Menikah dengan WNA Jerman di gereja katolik jakarta
Menikah dengan WNA Jerman di gereja katolik jakarta
Guten Tag !
Halo semuanya, finally this is my first blog setelah sekian lama niat buat blog tapi gak kesampean karena sibuk urus yang lain. Saya mau sharing tentang pernikahan beda kewarganegaraan ( Indonesia - Jerman).
Pertama itu ya.. lumayan rumit perjalananya untuk urus semua dokumen, karena saya menikah di jakarta dan di Jerman. Kami memutuskan menikah tanggal 10 juni 2018 di salah satu gereja katolik yang ada di Jakarta, tapi menikah secara hukumnya di Jerman, jadi di Jakarta hanya menikah di gereja dan sekedar pesta dengan keluarga dari pihak saya.
Semua yang saya tulis dibawah bedasarkan pengalaman saya sendiri ya, no copy and paste 😋😋, tapi yang pertama saya bakal ngejelasin persyaratanya yang di jakarta dulu deh soalnya kan bermula dari nikah di jakarta.
Syarat Menikah dengan warga negara Jerman di Jakarta secara katolik :
- Mendaftar di kantor gereja yang mengurus pernikahan
- Minta formulir pendaftaran
- Akte lahir kamu dan calon suami yang terbaru ( minta di catatan sipil khusus WNI)
- Surat Baptis ( keluaran terbaru )
- Foto berdua harus asli tanpa rekayasa ( ukuran seperti di buku nikah)
- SKBM dan Domisili (dari RT/RW kelurahan khusus WNI) kamu dan calon suami
- Fotocopy orang tua ( ktp)
- Fotocopy surat pernikahan dari ke 2 saksi ( yang bersedia menjadi saksi pas pernikahan gaboleh keluarga)
- Harus mengikuti kursus pernikahan bersama pasangan ( kalau saya sendiri karena pasangan saya masih ada di jerman waktu itu jadi saya ikut di gereja yang ada di Bogor) sedih ya.. 😭 nanti sesudah itu dapat sertifikat nya
- Perangko
Setelah persyaratan ini dikirim dari suami ke Jakarta, lalu saya bergegas kembali lagi ke kantor gereja tempat mengurus pernikahan dan menyerahkan formulir , nah terus udah harus nentuin tanggal pernikahanya kapan, selanjutnya dijelaskan oleh pengurusnya.
Setelah seminggu sebelum tanggal pernikahan calon suami saya terbang dari jerman ke jakarta. Akhirnya kami berdua bertemu dengan Romo yang nantinya akan ada di pernikahan kami , terus harus ikut sesi Briefing gitu biar tau apa aja yang bakal dilakuin nanti sewaktu pernikahan dan apa saja yang akan diucapin nanti pas acara pernikahan sudah tiba.
Akhirnya sudah waktunya, dan kami menikah tanggal 10 Juni 2018 di Gereja Trinitas Jakarta Barat. Semua persiapan tentang siapa yang menjadi saksi, pengapit dan lain-lain sudah beres.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Setelah Proses Menikah di gereja Katolik selesai, kami juga menandatangani sertifikat pernikahan dengan foto kami berdua, kalau ingin di daftarkan di catatan sipil indonesia syaratnya berbeda lain dengan menikah sipil di German, kalau mau menikah secara hukum dengan WNA di Jakarta, harus urus surat-surat untuk diberikan ke Catatan sipil, sehingga nanti di proses sidang dan calon suami juga harus hadir.
Saya tidak menikah secara hukum di Jakarta dan lebih memilih di Jerman karena, suami saya tidak bisa tinggal terlalu lama harus kembali ke Jerman karena pekerjaan. Sedangkan untuk disahkan secara hukum di Indonesia kedua belah pihak harus hadir dan tidak bisa video call. Jadi kami harus terpisah lama selama kurang lebih 4 bulan untuk mengurus dokumen dan visa nasional saya , dan saya memang harus stay beberapa bulan karena masih ada urusan yang tertunda, sampai akhirnya sudah terdaftar untuk menikah di Catatan Sipil Jerman dan visa nasional saya terbit baru saya berangkat ke Jerman bulan november.
Akhirnya sudah waktunya, dan kami menikah tanggal 10 Juni 2018 di Gereja Trinitas Jakarta Barat. Semua persiapan tentang siapa yang menjadi saksi, pengapit dan lain-lain sudah beres.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤ |
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Setelah Proses Menikah di gereja Katolik selesai, kami juga menandatangani sertifikat pernikahan dengan foto kami berdua, kalau ingin di daftarkan di catatan sipil indonesia syaratnya berbeda lain dengan menikah sipil di German, kalau mau menikah secara hukum dengan WNA di Jakarta, harus urus surat-surat untuk diberikan ke Catatan sipil, sehingga nanti di proses sidang dan calon suami juga harus hadir.
Saya tidak menikah secara hukum di Jakarta dan lebih memilih di Jerman karena, suami saya tidak bisa tinggal terlalu lama harus kembali ke Jerman karena pekerjaan. Sedangkan untuk disahkan secara hukum di Indonesia kedua belah pihak harus hadir dan tidak bisa video call. Jadi kami harus terpisah lama selama kurang lebih 4 bulan untuk mengurus dokumen dan visa nasional saya , dan saya memang harus stay beberapa bulan karena masih ada urusan yang tertunda, sampai akhirnya sudah terdaftar untuk menikah di Catatan Sipil Jerman dan visa nasional saya terbit baru saya berangkat ke Jerman bulan november.
Haloo Ci, Boleh sedikit bertanya kah? Kalo Kursus Pernikahan boleh mempelai perempuan saja kah? Karena Calon aku juga masih di negaranya ^^"
ReplyDelete